Siapa Kami
Profil Rumah Bina Loresa
Mengenal lebih dekat Rumah Bina Loresa dan misi pelayanannya
Sejarah
Berdirinya Rumah Bina Loresa
Karya Misi SCJ di Papua yang dirintis sejak tahun 2001 adalah pelayanan daerah pantai dan gunung dengan central di Timika. Pada saat itu karya pelayanan SCJ meliputi paroki di Timika. Pelayanan wilayah Pantai di Kokonao dengan tiga paroki, dan di pegunungan wilayah Paniai tepatnya di paroki Epouto. Pada tahun 2003 Tahta Suci memekarkan Keuskupan Jayapura di wilayah Barat menjadi Keuskupan Timika, dan Mgr. Yohanes Philipus Saklil sebagai Uskup di Keuskupan Timika. Sejak saat itu karya SCJ untuk Papua berada di Keuskupan Timika. Saat ini karya misi SCJ lebih bergerak di bidang pelayanan sakramen dan penggembalaan umat Allah di beberapa paroki di Keuskupan Timika yaitu: Paroki SP 3, Kantor Keuskupan, Paroki Biak, Paroki Kokonao, Biara SCJ dan Pendampingan di Rumah Pembinaan LORESA.
Karya Misi SCJ di Papua merupakan anugerah yang patut disyukuri, di mana SCJ terlibat langsung dalam karya misi domestik Gereja Indonesia. Masyarakat asli Papua yang notabene sudah mengimani Kristus masih membutuhkan karya pelayanan para misionaris untuk mengangkat martabat mereka di hadapan Allah dan sesama. Kehadiran SCJ di tengah-tengah 7 Suku Papua adalah untuk mencintai, menemani, memberdayakan dan makin menyebarluaskan cinta Hati Kudus Yesus. Misi SCJ di Papua sudah berjalan kurang lebih 20 tahun. Banyak misionaris SCJ yang datang silih berganti untuk mendukung karya misi SCJ di Papua. Pada tahun 2019 tepatnya bulan Oktober para SCJ yang berkarya di Papua melakukan pertemuan komunitas di Biara St. Yoseph, TSM, SP 3 Timika. Dalam pertemuan itu disepakati untuk melihat kembali karya misi yang selama ini sudah menjadi rencana kerja Kongregasi dalam retret dan permenungan. Dari beberapa keprihatinan, tantangan dan tuntutan zaman disadari perlulah untuk masuk dan lebih serius meningkatkan karya pelayanan kategorial, khususnya rumah pembinaan, rumah retret seperti yang sudah direncanakan oleh pa
Pada tanggal 30 November 2019 dilakukan peletakan batu pertama. Tiga tahun sesudahnya di tanggal yang sama persisnya di hari Rabu, tanggal 30 November 2022 bertepatan dengan pesta Santo Andreas Rasul dilakukan pemberkatan rumah Retret LORESA (Unit Gedung baru, yaitu Gedung Readinness). Perayaan Ekaristi syukur dipimpin oleh Administrator Keuskupan Timika, yaitu P. Marthen Kuayo, Pr. Dengan didampingi oleh P. Andreas Suparman sebagai Propinsial SCJ Indonesia dan P. Andreas Madya Sriyanto SCJ dan para Imam lainnya baik dari SCJ maupun Imam Diosesan yang berkarya di keuskupan Timika. Perayaan ekaristi berjalan khidmat dan lancar dihadiri para undangan yang terdiri dari umat dan komunitas religius / biarawan-wati yang berkarya di Timika. Pada awal acara sempat diwarnai hujan gerimis namun selama acara berlangsung sampai dengan selesainya cuaca dalam keadaan baik
Sejak 2019
Arah Pelayanan
Visi & Misi
Visi
Kasih Hati Kudus Yesus menggerakkan semua untuk mencintai (love) Allah dan sesama, siap sedia (readiness) melakukan kehendak Tuhan, dan berani berkurban (sacrifice), demi terwujudnya kerajaan Hati Kudus-Nya bagi dunia dan masyarakat khususnya di Papua.
Misi
- Menciptakan Oase Rohani Dehonian (para pengikut Pater Leo Dehon—Pendiri SCJ) dalam semangat menimba kekayaan Hati Kudus Yesus.
- Menciptakan Oase Rohani Dehonian (para pengikut Pater Leo Dehon—Pendiri SCJ) dalam semangat menimba kekayaan Hati Kudus Yesus.
- Membangun budaya cinta kasih (love), kesiapsediaan(readiness), dan kurban (sacrifice).
- Menciptakan manusia holistik dalam terang Hati Kudus Yesus dan budaya masyarakat Papua.
Kepemimpinan
Pimpinan Komunitas
Para imam yang memimpin dan melayani komunitas Rumah Bina Loresa
Pater Markus Apriyono, scj
Direktur Rumah Bina/Retret Loresa
Pater Antonius Tugiyatno, SCJ
Sekertaris Wilayah
Pater Yohanes Haryoto, SCJ
Superior Wilayah Papua
Sarana & Prasarana